Beberapa Cara Mentafsir Sebuah Mimpi Dalam Ajaran Islam

Beberapa Cara Mentafsir Sebuah Mimpi Dalam Ajaran Islam

Mimpi Dalam Ajaran Agama Islam bukan hanya sekadar bunga tidur serperti umumnya saja. Sebab mimpi bisa jadi pesan tersirat atau sebagai pertanda akan datangnya suatu peristiwa di hari yang akan datang. Tafsir sebuah mimpi dalam agama Islam memang diperbolehkan, bahkan Allah SWT mengisahkan cerita Nabi Yusuf yang pandai menafsirkan sebuah mimpi sehingga terhindar dari musim buruk di depannya.

Seperti yang tertulis “Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di Mesir, dan agar kita ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusannya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.” (QS Yusuf:21)

Memahami sebuah mimpi memang menjadi pengetahuan yang amat sulit untuk dipelajari dalam ajaran Islam jika dibandingkan dengan ilmu lain. Mimpi merupakan salah satu bagian dari wahyu kenabian, sehingga tidak semua mimpi bisa di tafsirkan dan tidak semua orang bisa mmeiliki kemampuan tersebut. Alasan tidak semua mimpi dapat ditafsirkan, sebab mimpi tidak selalu mengandung pesan tersirat dan tergantung dari siapa dan dari mana datangnya mimpi kita.

Beberapa Cara Mentafsir Sebuah Mimpi Dalam Ajaran Islam

Tafsirkan Sebuah Mimpi Dalam Ajaran Islam

Oleh sebab itu Nabi Muhammad SAW mengelompokkan mimpi ke dalam tiga jenis atau kategori, sebagaimana yang di bilang, “Mimpi itu ada tiga. Mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Maha kuasa, mimpi karena bawaan pikiran seseorang dan mimpi menyedihkan yang datang dari saiton. Jika kalian bermimpi sesuatu yang tak kita senangi, maka jangan kita ceritakan pada siapa pun, berdirilah dan salatlah!”.

Berdasarkan sabda Rasulullah tersebut, dapat disimpulkan bahwa mimpi ada tiga jenis, yaitu mimpi yang datang dari Allah berupa kabar gembira yang disiratkan dalam mimpi tersebut, kemudian mimpi karena menyimpan kegelisahan sehingga ketika tidur masih tertanam di alam bawah sadar dan terbawa dalam mimpi, dan terakhir mimpi yang datang dari setan berupa mimpi-mimpi yang menyedihkan. Rasulullah menganjurkan kita apabila mendapat mimpi buruk untuk langsung bangun dan melakukan salat, dan tidak menceritakan mimpi tersebut kepada siapa pun. Sekian ulasan dari saya semoga bisa berguna untuk para pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *